Pengertian Waste, Jenis dan Cara Mengelolanya dengan Benar

Apakah Anda sudah mengetahui istilah waste dalam perusahaan manufaktur, bila memang belum tahu, maka pada kesempatan kali ini kita akan membahasnya secara lengkap.

Sederhananya, waste adalah pemborosan pada kegiatan produksi dan tidak memiliki nilai tambah. Sehingga, hal tersebut akan membuat sumber daya manusia semakin tinggi, dan sumber daya energi pun akan meningkat, yang pada akhirnya akan semakin tidak efisien untuk perusahaan.

Lalu, bagaimana cara mengurangi biaya waste dalam proses produksi di perusahaan? salah satu caranya adalah dengan menggunakan waste management, yang mana memiliki fungsi sebagai peningkatan produksi dan juga meminimalisir pemborosan yang terjadi.

Nah, untuk Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang waste dan jenis-jenisnya, bacalah artikel ini hingga selesai.

Pengertian Waste

Berdasarkan buku lean six sigma, waste adalah suatu kegiatan proses kerja yang didalamnya tidak mampu memberikan nilai tambah atas pengolahan bahan baku di dalam value stream tertentu. Jadi, berdasarkan penjelasan ini bisa kita tarik kesimpulan bahwa waste adalah sampah ataupun pemborosan yang harus dibuang ataupun harus dihilangkan.

Hal tersebut dikarenakan biaya waste bagi perusahaan, sehingga nantinya akan menimbulkan kerugian dan mengurangi tingkat keuntungan perusahaan terkait.

Selain itu, tanpa adanya value stream yang terdapat di dalam waste, maka akan membuat bahan material menjadi terbuang sia-sia, sehingga sumber daya yang mampu memberikan nilai tambah pada produksi pun akan mengalami pemborosan.

Secara garis besar, terdapat dua jenis waste yang mendasar dan harus dipertimbangkan dalam melakukan analisa menghilangkan waste, yaitu waste obvious dan waste hiden. Jenis waste obvious adalah jenis waste yang mudah sekali untuk dikenali dan bisa dihilangkan dengan segera menggunakan biaya yang minim ataupun tanpa biaya sama sekali.

Sedangkan waste hiden adalah jenis waste yang hanya bisa dihilangkan atau dibuang dengan menggunakan metode kerja terbaru, menggunakan bantuan teknologi tertentu, atau dengan menetapkan kebijakan baru.

Sampah dan Jenis – Jenisnya

Sebelum memahami cara pengelolaan sampah, pahami terlebih dahulu definisi dari sampah beserta jenis-jenisnya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat.

Sampah dikelompokkan menjadi dua jenis sampah berdasarkan sifatnya, yaitu sampah organik (dapat diurai atau degradable) dan sampah anorganik (tidak dapat diurai atau undegradable).

Pengelolaan Sampah dan Aspek yang Terkait

Pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah.

Mengutip dari penelitian The Comparison Between Waste Management System in Indonesia and South Korea: 5 Aspects of Waste Management Analysed karya Yulia Hendra, pengelolaan sampah ini bukan hanya menyangkut aspek teknis, tetapi juga mencakup aspek-aspek yang lain, yaitu:

  • Aspek teknik operasional
  • Aspek kelembagaan
  • Aspek peran masyarakat
  • Aspek hukum dan aturan
  • Aspek pembiayaan

Cara Pengelolaan Sampah

Masyarakat perlu mengambil peran dalam menangani permasalahan sampah, salah satunya adalah pengelolaannya. Berikut beberapa cara pengelolaan sampah berdasarkan sifat dari sampah itu sendiri.

1. Sampah Organik

Sampah organik adalah sampah-sampah yang berasal dari bahan organik, seperti daging-dagingan, sayuran, buah-buahan, dan sebagainya.

Sampah ini bisa kita olah kembali menjadi pakan ternak atau pakan ikan. Selain itu, pengelolaan sampah juga dibutuhkan untuk dijadikan sebagai pupuk kompos.

Seperti yang kita ketahui, pupuk kompos adalah salah satu pupuk yang baik untuk tanaman. Pupuk ini berasal dari bahan-bahan organik yang kemudian terurai secara alamiah dan akhirnya menjadi pupuk.

2. Sampah Anorganik

Untuk sampah anorganik tentunya karena memiliki penanganan yang berbeda dengan sampah organik. Contoh pengelolaan sampah anorganik adalah 3 R (reduce, reuse, recycle), yakni:

  • Reduce adalah cara penanganan sampah anorganik dengan cara mengurangi penggunaan sampah. Contohnya mengurangi penggunaan barang sekali pakai seperti tas plastik, botol plastik, dan sebagainya.
  • Reuse adalah salah satu cara penanganan sampah anorganik dengan menggunakan barang yang sudah dipakai dan dimanfaatkan kembali. Misalnya, seperti menggunakan sisi kertas yang masih kosong, membeli baju bekas, dan sebagainya.
  • Recycle adalah cara penanganan sampah anorganik dengan cara menggunakan mengubah bentuk atau fungsi atau keduanya dari suatu benda agar bisa dipakai kembali. Contoh dari cara ini ialah botol plastik yang kita olah menjadi pot atau vas bunga.

3. Mudah, Kelola Sampah Bersama Waste4Change

Untuk mempermudah pengolahan limbah industry atau waste, Anda dapat memanfaatkan startup pengolagan limbah Waste4Change.

Dengan visi menjadi pemimpin dalam menyediakan solusi pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, Waste4Change berusaha memberikan solusi terhadap permasalahan sampah, dengan prinsip perubahan perilaku dan pengelolaan yang bertanggung jawab dengan misi untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang bertanggung jawab atas sampahnya. Empat inti usaha Waste4Change antara lain consult, campaign, collect, dan create.