Inilah 5 Ciri

Rabun jauh (miopia) adalah gangguan penglihatan yang menyebabkan objek jarak dekat terlihat jelas tetapi objek jarak jauh terlihat kabur. Rabun jauh tidak hanya menyerang orang dewasa saja, anak-anak bahkan di bawah usia 10 tahun juga dapat mengalami gangguan penglihatan ini. Apa saja ciri-ciri rabun jauh pada anak? Simak informasi berikut ini serta cara mengatasinya.

Ciri-ciri Gangguan Penglihatan Rabun Jauh pada Anak

Penderita rabun jauh umumnya sering merasakan rasa tidak nyaman ketika melihat suatu objek di kejauhan. Perhatikan perilaku si Kecil. Apabila dia sering menggosok matanya saat mencoba melihat suatu objek di kejauhan, bisa jadi dia menderita rabun jauh. Coba tanyakan apa yang dia rasakan dan mengapa dia sering melakukan hal tersebut.

Tidak Menyadari Objek Jauh

Apabila si Kecil sering mengeluh tidak dapat melihat dengan jelas objek dari jarak jauh seperti contohnya tulisan atau objek lainnya maka hal tersebut dapat menjadi salah satu gejala rabun jauh.

Mata pada penderita rabun jauh biasanya harus bekerja lebih keras daripada mata normal. Hal tersebut menyebabkan penderita rabun jauh sering merasakan sakit kepala. Mata si Kecil terasa lelah dan perlu istirahat namun jika dipaksakan akan menimbulkan gejala sakit kepala.

Suka Menyipitkan Pandangan

Jika si Kecil sering menyipitkan matanya untuk membantunya fokus melihat objek di kejauhan, kemungkinan besar dia menderita rabun jauh.

Frekuensi Mengedipkan Mata Terlalu Berlebihan

Penderita rabun jauh sering merasakan pegal atau lelah pada mata sehingga akan lebih sering mengedipkan mata. Anak-anak yang menderita rabun jauh biasanya mengedipkan mata untuk memperjelas penglihatan. Jika si Kecil sering mengedipkan mata, bisa jadi si Kecil menderita rabun jauh sehingga kondisi matanya perlu diperiksa dokter mata.

Cara Mengatasi Rabun Jauh pada Anak

Operasi sinar laser bagi penderita rabun jauh akut memiliki tingkat keberhasilan kesembuhan sebesar 90%. Laser yang digunakan adalah jenis laser epithelial keratomileusis (LASEK), laser in situ keratomileusis (LASIK), dan laser photorefractive keratomileusis (PRK).

Memakai Kacamata atau Lensa Kontak

Kacamata dan lensa kontak adalah salah satu cara untuk mengatasi rabun jauh pada anak paling populer. Pastikan si Kecil selalu menjaga kebersihan kacamata atau lensa kontaknya juga ya Moms.

Beri Makanan yang Kaya Vitamin A

Vitamin A adalah zat penting bagi kesehatan dan menjaga fungsi penglihatan manusia. Zat ini banyak terdapat di sayur dan buah seperti wortel, tomat, bayam, buah naga, pisang, apel, pepaya, dan aneka sayuran buah berwarna lainnya. Untuk mencegah atau mengurangi gejala rabun jauh pada anak, beri si Kecil makanan yang mengandung banyak vitamin A.

Hindari Menatap Layar Televisi Atau Smartphone Terlalu Dekat

Menatap layar terlalu dekat dapat merusak mata si Kecil. Selain menonton dengan jarak dekat, menatap layar dalam ruangan gelap juga dapat membuat rabun jauh pada si Kecil memburuk karena retina harus bekerja lebih keras untuk menyesuaikan cahaya terang dari layar televisi atau smartphone.

Periksa Mata Secara Rutin

Apabila si Kecil memiliki ciri-ciri rabun jauh yang disebutkan di atas, maka lebih baik Moms segera membawa buah hati ke dokter mata agar mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dan solusi yang tepat bagi si Kecil.