Penyakit stroke mungkin sudah tidak asing lagi di telinga. Karena penyakit yang satu ini menjadi salah satu penyebab kematian yang sering terjadi di Indonesia. Stroke merupakan penyakit yang terjadi akibat terhentinya atau berkurangnya aliran darah yang menuju ke otak. Pasca mengalami stroke, biasanya penderita akan mengalami berbagai kemunduran tertentu, seperti sulit berjalan, sulit berbicara, dll. Tingkat keparahan dari kemunduran yang dialami penderita bisa bervariasi. Ada yang tergolong ringan, namun ada juga yang masuk kategori parah. Tak jarang karena mengalami berbagai kemunduran, penderita stroke menjadi sangat kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, seperti berjalan, makan, berpakaian, ke kamar mandi, dll. Untuk mengatasi kondisi, maka perlu mendapatkan perawatan pasca stroke sedini mungkin.

 

Untuk mengembalikan kemampuan tubuh penderita pasca mengalami stroke memang butuh perjuangan. Dimana prosesnya bisa sangat panjang dan membutuhkan kerja keras, kesabaran, dan komitmen yang tinggi. Untuk memulihkan kondisi penderita stroke, sebaiknya sudah dilakukan setelah 24-48 jam mengalami serangan stroke. Dengan catatan kondisi penderita memang sudah dalam keadaan stabil. Pada periode ini biasanya penyedia layanan kesehatan akan membantu pasien terapi pasca stroke

 

Masa pemulihan pasca stroke ini biasanya dimulai sejak 6 bulan pertama penderita terkena serangan stroke. Bisa dikatakan 6 bulan pertama pasca stroke ini merupakan periode emas yang penting digunakan untuk melakukan berbagai latihan. Baru setelah lewat 6 bulan pertama ini, latihan-latihan yang dilakukan bisa mulai sudah bisa dikurangi dengan bergerak di atas tempat tidur. Tujuannya agar anggota gerak tubuh penderita bisa semakin kuat. Dengan demikian diharapkan penderita stroke bisa merawat diri sendiri lagi dan bisa melakukan berbagai aktivitas secara mandiri.

 

Namun tentunya terapi yang dijalankan oleh penderita stroke ini tidak bisa dilakukan begitu saja. Sebaiknya dimulai dengan anjuran dari dokter dengan pertimbangan kondisi pasien. Terapi stroke atau rehabilitasi yang dilakukan pada penderita stroke tidak dapat disembuhkan. Namun beruntungnya otak manusia sudah didesain dengan canggih agar bisa beradaptasi dengan baik dan cepat.

 

Melalui terapi stroke yang dilakukan, akan sangat berguna bagi penderita untuk mempelajari kembali kemampuan atau keterampilan yang hilang serta bisa membantu meningkatkan kualitas hidupnya. Mengingat penurunan atau kemunduran yang dialami oleh penderita stroke berbeda-beda, maka terapi yang dilakukan pun tidak akan sama. Terapi yang dilakukan harus sesuai dengan anjuran dokter ataupun terapis. Adapun jenis-jenis terapi yang kerap diberikan kepada penderita pasca stroke, yaitu:

 

  1. Terapi memori.

Pasca stroke, penderita bisa kehilangan sedikit atau bahkan banyak memori pada otaknya. Untuk mengembalikan ingatan yang hilang ini, maka perlu melakukan terapi memori.

 

  1. Terapi gerakan.

Merupakan jenis fisioterapi standar untuk stroke yang sangatlah penting. Dengan melakukan terapi gerakan, diharapkan penderita stroke bisa mendapatkan kualitas hidupnya kembali karena bisa menggerakkan beberapa bagian anggota tubuhnya dengan baik lagi pasca stroke.

 

  1. Terapi bicara.

Terapi ini bertujuan untuk membantu penderita stroke dalam melatih kemampuan bicaranya, serta melatih otot-otot bicara dan menelan agar bisa berfungsi kembali.

 

Dengan melakukan terapi pasca mengalami stroke, diharapkan penderita sedikit demi sedikit akan mendapatkan kualitas hidupnya kembali. Dimana bisa mulai dilatih agar anggota tubuh yang terkena dampak pasca stroke bisa kembali digunakan. Namun yang perlu diketahui, durasi terapi pada masing-masing penderita stroke bisa bervariasi. Tergantung dari tingkat keparahan yang dialami, komplikasi stroke, serta respon penderita pada terapi yang dilakukan. Maka dari itu, jika ingin melakukan perawatan pasca stroke dengan terapi, sebaiknya pasien dan keluarga berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter atau terapis.