Kenali Anak Yang Kurang Zat Besi Dan Bahayanya

Anak yang sedang berada pada masa pertumbuhan seharusnya dilengkapi dengan nutrisi yang lengkap agar anak tersebut bisa tumbuh lebih sempurna. Beberapa anak yang kekurangan nutrisi  akan mengalami banyak masalah kesehatan. Termasuk anak kurang zat besi, padahal zat besi dibutuhkan oleh anak untuk meningkatkan sel darah merah guna menunjang aktivitasnya.

Kenali Anak Kekurangan Zat Besi

Zat besi sangat dibutuhkan oleh anak-anak pada usia pertumbuhan. Kandungan tersebut bisa didapatkan melalui makanan, seperti ati ayam, susu, sayuran hijau. Sayangnya, anak terkadang tidak mau makan makanan tersebut, sehingga dapat menyebabkan anak kurang zat besi. Padahal, aktivitas anak yang aktif mengharuskan tubuhnya dilengkapi dengan nutrisi.

Anak yang kurang zat besi akan mengalami ciri-ciri gangguan kesehatan yang dapat mengganggu aktivitasnya. Berikut ini ciri-ciri anak yang kekurangan zat besi, para ibu harus mengetahuinya dari sejak awal:

  • Padahal, anak seharusnya berlari dan bermain bersama teman-temannya. Namun, anak tersebut merasa tidak memiliki tenaga untuk melakukan hal tersebut.
  • Tidak nafsu makan. Ciri selanjutnya adalah anak tidak nafsu makan. Padahal, zat besi didapatkan dari makanan. Namun, anak yang tidak nafsu makan akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan zat besi.
  • Tidak bersemangat. Ciri selanjutnya anak menjadi tidak bersemangat bila harus melakukan kegiatan. Hal tersebut dikarenakan anak merasa lemas untuk melakukannya,sehingga aktivitas bermain bersama teman-temannya jadi terganggu.
  • Pusing bila harus menjalankan aktivitasnya. Bahkan pada kondisi parah, anak tidak sanggup berdiri karena merasa pusing.
  • Pandangan berkunang-kunang. Seorang anak yang menderita kekurangan zat besi akan mengalami pandangan berkunang-kunang. Kondisi tersebut memang tidak terlihat oleh orang lain karena anak tersebut yang merasakannya. Para orang tua harus menanyakan pada anak secara langsung untuk memastikan pandangannya berkunang-kunang.

Para orang tua harus mengetahui sejak dini ciri-ciri anak yang kekurangan zat besi agar bisa segera ditanggulangi pengobatan dan pencegahannya. Berdasarkan ciri anak yang kekurangan zat besi, bisa dipastikan akan membuatnya mengalami penurunan prestasi di sekolah karena anak menjadi tidak semangat dalam belajar.

 Anak Kurang Zat Besi dan Bahayanya

Anak yang tidak bersemangat tidak hanya mengalami penurunan prestasi belajar di sekolah tetapi juga merasa enggan untuk bermain dan bersosialisasi dengan teman sebayanya. Hal tersebut akan berdampak pada perkembangan mentalnya. Anak yang tidak bersosialisasi akan menjadi pemurung dan pribadi yang introvert.

Anak kurang zat besi ini tidak bisa dianggap sebelah mata karena berdampak besar pada kesehatan dan pertumbuhan mental anak. Bahkan, tidak sedikit anak yang tidak bisa mengikuti upacara di sekolah karena tidak kuat berdiri lama hingga akhirnya sering mengalami pingsan saat upacara berlangsung.

Dampak dari kekurangan zat besi ini begitu besar sehingga tidak sedikit yang mengalami gangguan pertumbuhan pada anak-anak. Namun, para ibu bisa meminimalisir dampak tersebut bila cepat tanggap saat mengenali ciri-ciri anak yang kekurangan zat besi dengan memberinya nutrisi lengkap untuk pertumbuhannya.

Pada dasarnya, anak tumbuh dengan keceriaan dan perasaan bahagia tetapi anak yang kurang zat besi lebih pemurung. Kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan secara terus menerus karena anak yang pemurung pertanda anak tersebut kurang sehat. Maka dari itu, ibu harus menanggulangi pencegahannya sebelum kondisi serius terjadi.

Keceriaan anak-anak merupakan hal yang harus dijaga agar anak tumbuh lebih sehat. Kesehatan dan kegembiraan pada anak merupakan hal yang saling berkaitan dan mempengaruhi satu sama lain. Maka dari itu, sebaiknya para ibu cepat tanggap untuk mencegah anak kurang zat besi.