Selama ini, kita memercayai diet paling sehat yaitu makan lima porsi buah-buahan dan sayuran setiap hari. Tapi, itu ternyata belum cukup. Penelitian, yang diterbitkan 2017 lalu oleh Imperial College London, menemukan tubuh kita bakalan lebih sehat kalau mengonsumsi 10 porsi. Hal ini dikatakan dapat mencegah hingga 7,8 juta kematian di seluruh dunia setiap tahunnya. Meskipun demikian, pakar kesehatan masih bersikeras jumlahnya kurang.

Penulis utama studi, Dagfinn Aune, mencatat buah-buahan dan sayuran telah terbukti mengurangi kadar kolesterol, tekanan darah, memperlancar aliran darah, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Aune berpendapat bisa saja disebabkan oleh jaringan nutrisi kompleks yang mereka miliki. Ini menunjukkan antioksidan—yang berfungsi mengurangi kerusakan DNA—dapat menurunkan risiko penyakit kanker.

Jika 10 porsi buah-buahan dan sayuran memang bagus, kami jadi penasaran apakah tubuh akan lebih sehat dengan mengonsumsi itu saja. Berikut beberapa kemungkinan yang bisa terjadi kalau kamu benar-benar melakukannya:

Makronutrien tidak akan seimbang

Buah dan sayuran kaya akan serat dan karbohidrat, tetapi tak menyediakan cukup makronutrien seperti lemak dan protein yang dibutuhkan tubuh. Lemak sangat penting bagi fungsi mental, energi, dan metabolisme nutrisi yang sehat, sementara protein mampu menguatkan otot dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Amy Shapiro, ahli gizi di New York, menjelaskan massa otot akan hilang kalau cuma makan buah dan sayuran. Kekuatan tubuhmu juga berkurang. “Kamu masih bisa mendapatkan protein yang dibutuhkan dari pola makan nabati, tetapi bakalan sulit memenuhi protein lengkap tanpa biji-bijian.”

Mengurangi peradangan di tubuh

Apabila kamu total berhenti makan daging, keju dan makanan olahan, kamu akan mengalami penurunan peradangan—yang merupakan efek samping negatif dari upaya penyembuhan tubuh setelah cedera; mencegah masuknya virus dan bakteri; dan memperbaiki jaringan yang rusak. Penelitian terbitan 2013 menemukan semua makanan ini berkaitan dengan peningkatan kadar peradangan. Lebih parah lagi, peradangan kronis telah dikaitkan dengan perkembangan aterosklerosis, serangan jantung, stroke, diabetes, dan penyakit autoimun.

Sebaliknya, diet nabati secara alami anti-inflamasi karena tinggi serat dan antioksidan, dan tidak terlalu memicu peradangan seperti lemak jenuh dan endotoksin (racun yang dilepaskan dari bakteri dan biasa ditemukan dalam makanan hewani). Berbagai studi menunjukkan orang-orang yang tidak makan daging secara dramatis menurunkan kadar protein C-reaktif (CRP), sebuah indikator peradangan dalam tubuh.

Lelaki aktif biasanya membakar 2.400 hingga 2.800 kalori setiap hari, sementara perempuan aktif membakar 1.800 hingga 2.200 kalori. Kamu akan kesulitan mencapai angka ini jika tidak mengonsumsi biji-bijian, kacang-kacangan, dan minyak. 2.200 kalori kira-kira setara dengan 100 cangkir kubis parut, 23 apel, atau satu ton liter prem.

Alpukat sebenarnya bisa memberi dorongan kalori, tetapi kamu membutuhkannya dalam jumlah banyak. Selain itu, kamu juga kekurangan asupan jenis-jenis karbohidrat yang bisa membantumu fokus dan berenergi menjalankan aktivitas keras.

Kekurangan vitamin dan mineral penting

“Cuma makan buah dan sayuran bisa membuatmu kekurangan beberapa nutrisi penting, seperti total volume kalori,” kata ahli nutrisi Stephanie Di Figlia-Peck di New York. Walaupun kebanyakan jenis diet—seperti diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) dan Mediterania—mengandung buah dan sayur, pola makannya diseimbangkan dengan jenis makanan lain.

Tanpa asupan vitamin B12 dan D, kamu bisa menghadapi risiko kekurangan zat besi. Bayam dan sayuran hijau tua lainnya memang kaya zat besi, tetapi mengandung bahan kimia fitat yang dipercaya dapat menghalangi penyerapan mineral dan berpotensi menyebabkan anemia—karena darah kekurangan sel darah merah atau hemoglobin yang sehat. Ironis banget ya?

Buah dan sayuran menawarkan sumber energi cepat kenyang yang lebih rendah karena kandungan serat dan airnya tinggi. “Kebanyakan orang sepakat perut kenyang bisa membuat mereka jarang makan, yang dapat menurunkan berat badan,” tutur Di Figlia-Peck, menambahkan bahwa melihat piring penuh saja mampu membuat kita merasa kenyang karena mengira makan kebanyakan. Cuma makan buah-buahan dan sayuran bisa melancarkan pencernaan, dan membuatmu merasa lebih kurus.

“,”error_code”:”UNCAUGHT_API_EXCEPTION”}”>

Menurut Shapiro, menghilangkan susu dan gandum dari food regimen akan membuatmu merasa lebih nyaman, tapi ini tergantung pada tubuh dan microbiome, yaitu kumpulan mikroorganisme yang hidup di tubuhmu. Shapiro mengatakan sejumlah orang kesulitan mencerna molekul karbohidrat/glukosa yang ditemukan dalam berbagai macam buah dan sayur, yang berpotensi menimbulkan kembung.

Menurunkan kadar kolesterol darah

Berdasarkan berbagai penelitian, ketika kamu beralih ke food plan nabati, kadar kolesterol darah akan turun drastis hingga 35 persen. Penurunan tersebut sama dengan yang disebabkan pengobatan kolesterol dengan obat. Ini cocok untuk kalian yang ingin menurunkan kadar kolesterol tanpa harus minum obat. “Tanaman mengandung banyak serat yang sangat dibutuhkan untuk menurunkan kadar kolesterol,” kata Shapiro. Tanaman juga tidak mengandung lemak dan banyak gula—dua faktor penting untuk menurunkan kadar kolesterol.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US pada Oktober 2018