7 Cara Mengelola Limbah Besi Pabrik yang Tepat dan Sesuai Prosedur

Jika membahas masalah limbah, sepertinya besi menjadi salah satu sumber yang intensitasnya cukup besar. Bukan tanpa alasan, besi memang menjadi elemen yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Berbagai macam perlengkapan rumah tangga hingga konstruksi sebuah bangunan menggunakan besi sebagai bagian dari materialnya.

Apa yang Dimaksud dengan Limbah Besi?

Limbah besi adalah jenis limbah yang berasal dari logam besi. Sampah besi dan logam biasanya ditemukan dari berbagai sumber. Tidak hanya dari pembuangan skala rumah tangga saja, sampah besi juga sering ditemukan sebagai bagian dari limbah pabrik.

Limbah pabrik yang berupa besi biasanya dihasilkan oleh industri yang menggunakan besi sebagai bagian dari barang produksinya. Mayoritas pabrik seringkali tidak menyadari bila limbah yang dihasilkannya merupakan kategori limbah berbahaya. Jika Anda belum mengetahui besi termasuk limbah apa, maka besi ini dapat digolongkan sebagai jenis limbah B3.

Apa Itu Limbah B3?

Limbah B3 adalah jenis limbah yang jumlah, sifat ataupun konsentrasinya dapat mencemari atau merusak lingkungan. Limbah besi merupakan jenis sampah yang bersifat solid sehingga sulit terurai.  Selain itu, besi juga memiliki kandungan logam yang memiliki sifat toksik bagi lingkungan.

Oleh karenanya, limbah besi sudah selayaknya mendapatkan penanganan yang khusus serta tidak dibuang sembarangan begitu saja. Material besi dan baja merupakan jenis produk yang dapat bertahan lama. Meskipun bentuknya sudah rusak dan berkarat, logam masih bisa didaur ulang dan digunakan kembali untuk menjadi sebuah barang baru.

Nah, bagaimana cara mengolah sampah besi pabrik yang baik dan aman? Berikut ini lima tahapan yang perlu Anda lakukan saat menangani limbah berbahan besi:

1. Proses Pengumpulan Limbah Besi

Limbah besi dapat dibedakan menjadi beberapa macam. Diantaranya adalah limbah yang berasal dari besi sisa-sisa kegiatan industri ataupun limbah yang berupa besi scrap. Besi scrap adalah besi yang telah tua dan biasanya timbul karat. Besi scrap ini biasanya berasal dari kerangka bangunan atau barang bekas yang sudah lama tidak digunakan.

Namun meskipun demikian, jangan dianggap sepele. Karena baik besi scrap ataupun besi limbah pabrik sebenarnya masih bisa dimanfaatkan dan diolah kembali menjadi barang baru. Jadi apabila melihat besi yang telah tua, jangan asal dibuang. Tetapi sebaiknya besi tersebut disimpan dan dikumpulkan bersama dengan sampah sejenisnya.

Tahap pertama dari pengolahan sampah besi pabrik adalah tahap pengumpulan. Jadi, limbah logam dan besi dikumpulkan menjadi satu bersama dengan sampah sejenisnya. Kemudian sampah besi yang telah terkumpul nantinya akan disimpan didalam ruangan khusus yang telah dipersiapkan.

2. Proses Penyortiran Besi

Setelah sampah besi dan logam terkumpul, langkah yang selanjutnya adalah melakukan penyortiran. Sampah besi yang dihasilkan oleh pabrik mungkin masih terkontaminasi dengan bahan-bahan yang lainnya. Nah, tahap penyortiran ini bertujuan untuk memisahkan bahan logam dari bahan-bahan non logam yang mungkin menempel pada besi.

Tujuannya dari proses penyortiran ini adalah agar pada proses peleburan nanti, besi tidak terkontaminasi dengan bahan lainnya. Sehingga kualitas barang pun lebih tinggi karena terbuat dari besi yang murni.

3. Proses Penghancuran Logam

Setelah mengalami tahap pengumpulan dan juga penyortiran, maka limbah besi akan melalui proses yang berikutnya yakni penghancuran logam. Penghancuran bahan logam ini dilakukan untuk mempermudah proses peleburan.

Proses penghancuran logam dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah proses pemarutan besi. Pada proses penghancuran, besi dan logam diproses menjadi material dengan wujud kecil. Sehingga besi menjadi lebih mudah larut dan lebur ketika dipanaskan.

4. Proses Peleburan Logam

Setelah proses penghancuran logam, besi kemudian sampai pada tahap peleburan. Pada proses ini, besi akan dilebur dalam sebuah tungku besar. Kemudian dipanaskan dengan suhu tinggi hingga meleleh.  Proses tersebut membutuhkan tingkatan panas yang sangat besar sehingga besi bisa meleleh dan menjadi lebur. Nah, besi yang telah menjadi lebur tersebut nantinya akan dipadatkan, lalu kemudian diproses menjadi bentuk baru sesuai kebutuhan.

5. Proses Pemurnian

Cara pengolahan sampah besi yang selanjutnya adalah tahap pemurnian. Proses pemurnian dilakukan dengan tujuan untuk memastikan kualitas produk serta memastikan besi bebas dari kontaminasi bahan-bahan lainnya. Proses pemurnian dilakukan dengan cara memisahkan partikel-partikel non besi yang mungkin masih terbawa pada saat proses peleburan.

Partikel non besi ini akan membuat produk daur ulang menjadi berkualitas buruk apabila tidak dipisahkan. Oleh sebab itu, proses pemurnian sangat baik untuk dilakukan. Tujuannya adalah untuk menghasilkan produk besi daur ulang yang berkualitas.

6. Proses Pendinginan

Setelah melalui proses pemurnian, maka proses yang selanjutnya adalah proses pendinginan dan pemadatan. Proses pendinginan bertujuan untuk membuat besi menjadi keras sehingga mudah diolah kembali menjadi berbagai barang baru.

Pada proses pendinginan dan pemadatan, besi akan dibentuk menjadi wujud-wujud tertentu. Seperti dibentuk menjadi besi dalam wujud lembaran, besi lempengan, besi berbentuk pipa dan lain sebagainya. Setelah diolah dan dibentuk seperti itu, nantinya besi ini akan mudah untuk diproses kembali menjadi barang-barang sesuai dengan kebutuhan.

7. Proses Daur Ulang

Proses yang terakhir dari pemanfaatan limbah besi adalah proses daur ulang. Proses daur ulang ini bertujuan untuk mengolah limbah menjadi sebuah barang baru. Besi yang sudah dibentuk menjadi lempengan atau lembaran tersebut siap diolah dan diproses menjadi barang baru sesuai kebutuhan.

Kebutuhan masyarakat akan barang yang terbuat dari besi semakin meningkat dari waktu ke waktu. Selain mengambil bahan baku dari alam yakni yang berwujud biji besi. Anda juga dapat menggunakan besi daur ulang yang dikumpulkan dari limbah, baik limbah industri maupun limbah rumah tangga.

Nah, pengelolaan sampah besi ini tidak hanya bertujuan untuk membantu menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi sampah logam saja. Proses daur ulang juga sekaligus membantu untuk mengurangi bahan baku industri. Sehingga tidak perlu mengambil dari alam lagi, karena dapat memanfaatkan besi daur ulang sebagai bahan bakunya.

Demikianlah beberapa cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengolah limbah besi pabrik. Pengolahan limbah tersebut dapat dilakukan dengan skala kecil baik dengan cara manual yang sederhana. Anda juga dapat dilakukan dengan skala besar yakni menggunakan mesin berteknologi tinggi atau menggunakan sistem fabrikasi.

Solusi Mudah Mengolah Limbah Besi

Selain melakukan pengolahan limbah secara mandiri, Anda juga dapat mempercayakan proses pengolahan limbah tersebut pada jasa pihak ketiga. Yakni pada perusahaan yang secara khusus bergerak di bidang pelayanan tentang pengelolaan limbah.

Untuk kebutuhan tersebut, Anda dapat mempercayakannya pada Waste4Change. Konsultan penangan sampah yang melayani jasa pengolahan sampah, baik limbah industri, limbah besi dan juga limbah B3.

Besarnya dampak yang dapat ditimbulkan oleh sampah logam sudah selayaknya mendapatkan perhatian khusus dari para pelaku industri. Terutama bagi mereka yang dalam proses produksinya menghasilkan limbah yang berupa besi dan logam. Nah, untuk penanganan dan pengelolaan berbagai macam jenis limbah jadi mudah, segera tanya konsultan sampah Waste4Change sekarang juga!